"Permisi Pak, bolehkah saya meminjam toilet sebentar. Kebetulan di perjalanan ini sepertinya tidak ada toilet umum". Ucap si Amin.
"Owh, boleh saja silahkan, tinggal lurus belok kiri". Ucap Pemilik Rumah.
Coba kita lihat bagaimana bahasa yang dipakai oleh Amin, adakah pelajaran yang bisa kita resapi. Jika anda belum mengetahuinya bacalah sekali lagi perhatikan dengan seksama percakapan tersebut lalu kemudian resapi.
Langsung saja, kita melihat bagaimana bisa sebuah bahasa mencerminkan hidup kita. Bahasa adalah penyalur pikiran yang biasa kita pikirkan ataupun yang terpikir sepintas, sesuatu yang kita pikirkan itu pasti tidak jauh dengan hidup kita. Misalkan ada orang yang biasa menggunakan kata kasar dalam berbicara, maka lawan bicaranya pasti akan beranggapan bahwa yang didepannya ini mungkin preman, penjahat, atau orang yang pribadinya buruk.
Memang benar itu belum pasti dan belum tentu. Bisa saja sebetulnya dia adalah pribadi yang baik. Tapi orang sudah terlanjur mencapnya sebagai pribadi buruk, alhasil mati langkah sesaatlah dia untuk menunjukan pribadinya yang baik.
Itulah mengapa bahasa menjadikan salah satu cerminan hidup kita. Anda harus memperindah bahasa yang anda gunakan sebelum menunjukan keindahan pribadi anda, agar orang tidak salah menilai pribadi anda. Ketika anda telah menggunakan bahasa yang indah kepada orang lain, tentu saja itu bukanlah hal yang sia-sia belaka. Tuhan pasti akan membalas perlakuan baik dengan hadiah yang baik, mungkin tidak langsung dari Tuhan, bisa saja Tuhan melewatkan hadiah tersebut kepada manusia sebagai perantara.
Jadi bagi teman-teman yang belum memakai bahasa yang indah (sopan dan santun) maupun yang sudah selalu memakai, marilah kita sama-sama belajar agar memakai bahasa yang indah dan lebih indah lagi, agar kita memantaskan diri bagi suatu hal yang baik, serta dipantaskan oleh Tuhan untuk menerima hadiah yang baik. Memang tidak mudah untuk mengubah yang sudah kebiasaan, tapi percayalah "If Someone Can Do That, It's Nothing Impossible To Me"
Sekian artikel dari saya. Setiap pendapat selalu mengandung Pro dan Kontra, tergantung mana yang kita pilih. Setiap orang berhak memilih, tetapi semua orang harus memiliki tujuan yang sama untuk menjadi pribadi yang baik, anggun, mengindahkan sesama, dan layak bagi rezeki dan pengindahan dari Tuhan. Bila ada salah saya mohon maaf, Terimakasih kepada sahabat-sahabat saya yang telah membaca artikel ini semoga Tuhan selalu menaungi orang-orang yang bertujuan membawa kebaikan.
Amin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar